Bahasa Sunda

Artikel Sunda | 06/03/2012

Bahasa Sunda dituturkan oleh sekitar 30 juta orang lebih dan merupakan bahasa dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia setelah Bahasa Jawa.  Sesuai dengan sejarah kebudayaannya, bahasa Sunda dituturkan di provinsi Banten khususnya di kawasan selatan provinsi tersebut, sebagian besar wilayah Jawa Barat (kecuali kawasan pantura yang merupakan daerah tujuan urbanisasi dimana penutur bahasa ini semakin berkurang), dan melebar hingga batas Kali Pemali (Cipamali) di wilayah Brebes, Jawa Tengah.
Dialek bahasa Sunda
Dialek (basa wewengkon) bahasa Sunda juga beragam, mulai dari dialek Sunda-Banten, hingga dialek Sunda-Jawa Tengahan yang mulai tercampur bahasa Jawa. Para pakar bahasa biasanya membedakan enam dialek yang berbeda.

Dialek-dialek ini adalah:
- Dialek Barat
- Dialek Utara
- Dialek Selatan
- Dialek Tengah Timur
- Dialek Timur Laut
- Dialek Tenggara

Dialek Barat dipertuturkan di daerah Banten selatan. Dialek Utara mencakup daerah Sunda utara termasuk kota Bogor dan beberapa bagian Pantura. Lalu dialek Selatan adalah dialek Priangan yang mencakup kota Bandung dan sekitarnya.
Sementara itu dialek Tengah Timur adalah dialek di sekitar Majalengka. Dialek Timur Laut adalah dialek di sekitar Kuningan, dialek ini juga dipertuturkan di beberapa bagian Brebes, Jawa Tengah. Dan akhirnya dialek Tenggara adalah dialek sekitar Ciamis.

Sejarah dan penyebaran
Bahasa Sunda terutama dipertuturkan di sebelah barat pulau Jawa, di daerah Tatar Sunda. Namun bahasa Sunda juga dipertuturkan di Jawa Tengah. Di Jawa Tengah bahasa Sunda terutama dituturkan di kabupaten Brebes dan Cilacap.

Terutama banyak nama-nama tempat di Cilacap ini yang masih merupakan nama Sunda dan bukan nama Jawa seperti kecamatan Dayeuhluhur, Cimanggu dan sebagainya.

Ironisnya nama Cilacap banyak yang menentang bahwa ini merupakan nama Sunda. Mereka berpendapat bahwa nama ini merupakan nama Jawa yang disundakan. Sebab pada abad ke-19, nama ini seringkali ditulis sebagai Clacap.

Selain itu menurut beberapa pakar, konon bahasa Sunda sampai sekitar abad ke-6 wilayah penuturannya sampai di sekitar dataran tinggi Dieng di Jawa Tengah.

Fonologi
Saat ini Bahasa Sunda ditulis dengan Abjad Latin dan sangat fonetis. Ada lima suara vokal murni (a, é, i, o, u), dua vokal netral, (e (pepet) dan eu (œ), dan tidak ada diftong. Fonem konsonannya di tulis dengan huruf p, b, t, d, k, g, c, j, h, ng, ny, m, n, s, w, l, r, dan y.

Konsonan lain yang aslinya muncul dari bahasa Indonesia diubah menjadi konsonan utama: f -> p, v -> p, sy -> s, sh -> s, z -> j, and kh -> h.

Undak-usuk
Karena pengaruh budaya Jawa pada masa kekuasaan kerajaan Mataram-Islam, bahasa Sunda – terutama di wilayah Parahyangan – mengenal undak-usuk atau tingkatan berbahasa, mulai dari bahasa halus, bahasa loma/lancaran, hingga bahasa kasar.

Namun, di wilayah-wilayah pedesaan/pegunungan dan mayoritas daerah Banten, bahasa Sunda loma (bagi orang-orang daerah Bandung terdengar kasar) tetap dominan.

Kata Sunda

Kata Sunda bisa mengandung berbagai arti yang secara umum berkaitan dengan etnis/suku bangsa Sunda di bagian barat Nusantara.

Catatan sejarah tertua yang sudah ditemukan mengandung kata sunda adalah prasasti Kebonkopi 2 yang dibuat tahun 458 Saka (536 M, namun ada pula yang berpendapat bahwa prasasti ini dibuat tahun 854 Saka, 932 M) yang menunjuk pada kerajaan Sunda.

Kata “sunda” kemungkinan berasal dari bahasa Sansekerta yang bisa berarti ‘cahaya’ atau ‘air’. Sunda dapat mengacu kepada: Suku Sunda, Bahasa Sunda, Budaya Sunda.

Istilah-istilah dalam bidang geografi/geologi yang menggunakan kata Sunda diperkenalkan oleh pendatang/penjelajah Barat dari Eropa, di antaranya : Daratan Sunda, Kepulauan Sunda, Kepulauan Sunda Besar, Kepulauan Sunda Kecil, Laut Sunda, Selat Sunda.

Bahasa Sundik, sebuah anak cabang rumpun bahasa Austronesia yang beranggotakan bahasa-bahasa di Nusantara bagian barat seperti bahasa Melayu, bahasa Batak, bahasa Jawa, bahasa Malagasy, bahasa Bali, dan tentu saja bahasa Sunda.

 

Related posts:

  1. Sejarah Pasundan Mulai Terkuak
  2. Mencari Sejarah Sunda Dengan Dua Perahu
  3. Raden Wijaya Keturunan Sunda
  4. Seni Angklung Memang Milik Ki Sunda
  5. Agama Islam Dalam Perkembangan Budaya Sunda